MyInspirasi – Pada kesempatan ini kita akan mencoba bagaimana memberikan perlakuan yang baik terhadap sesama, karena terkadang jika kita menyendiri atau lagi dalam suasana yang tenang, kita mengetahui sesuatu yang benar dan salah, namun ketika dihadapakan dalam keadaan atau realita bersama orang – orang disekitar dengan spontan kesadaran kita sedikit terlupa lalu mengambil tindakan sesuai dengan kebiasaan atau tingkah laku yang sering kita lakukan selama ini. seperti pada kisah ini yang semoga bisa menginspirasi kita semua.

Ada pasangan muda yang baru menikah menempati rumah di sebuah kompleks perumahan. Suatu pagi, sewaktu sarapan sang istri melalui jendela kaca melihat tetangganya sedang menjemur pakaian, “Cuciannya kelihatan kurang bersih” kata istrinya.

“Sepertinya dia tidak tahu cara mencuci pakaian dengan benar. Mungkin dia perlu sabun cuci yang lebih bagus” lanjut sang istri berkata.

Suaminya menoleh, tetapi hanya diam dan tidak memberi komentar apapun. Sejak hari itu setiap tetangganya menjemur pakaian, selalu nsang istri berkomentar tentang kurang bersih pakaian tersebut.

Seminggu berlalu, ada yang berbeda. Sang istri heran melihat pakaian yang di jemur tetangganya terlihat cemerlang dan bersih dan dia lalu berseru kepada suaminya, “Lihat, sepertinya dia telah belajar bagaimana mencuci dengan benar. Siapa ya kira – kira yang mengajarinya ?”

Sang suamipun berkata, “Saya yang bangun pagi – pagi hari ini lalu membersihkan jendela kaca kita” 

Begitulah kehidupan. Apa yang kita lihat pada saat menilai orang lain salah satunya tergantung pada kejernihan pikiran (dalam hal ini jendela) tergantung bagaimana vara kita memandangnya.

Jika hati kita bersih, maka bersih pula pikiran kita, jika pikiran kita bersih, maka bersih pula perkataan kita, jika perkataan kita bersih sesuai dengan perbuatan kita yang bersih juga. Maka, hati, pikiran dan perbuatan kita akan mencerminkan kehidupan kita yang sejatinya. Apapun kebiasaan atau tingkah laku kita selama ini cukup jadikan pembelajaran, nah untuk menghadapi masa sekarang demi masa depan jika memang benar – benar kita ingin merubah kebiasaan dalam perilaku kita menjadi lebih baik maka cobalah tenangkan diri sebelum mengambil keputuasan dalam berbicara dan berperilaku, terkadang cara lamban adalah proses pembelajaran untuk kedepannya seperti kita yang sewaktu kecil ingin belajar berjalan ada beberapa tahapan yang harus kita coba dulu, memang lamban namun pada akhirnya kita akan bisa berlari cepat dari proses berjalan itu. Seperti salah satu pepatah kuno yang mengatakan bahwa “Orang benar akan bertunas seperti pohon kurma”

Semoga kita semua bisa merubah kebiasaan kita untuk menjadi kepribadian yang lebih baik dan semoga tentunya bisa menginspirasi kita semua terkhusus bagi penulis sendiri. selamat mencoba dan tetap berikhtiar.

 

Penulis : PenaMerah

Facebook Comments