Seorang anak memiliki sebuah Ibu yang hanya memiliki satu mata. Anak ini membencinya, katanya hal seperti itu adalah sebuah hal yang memalukan. Ibunya menjalankan sebuah toko kecil di sebuah pasar.

Dia mengumpulkan barang-barang bekas dan sejenisnya untuk dijual, apapun untuk mendapatkan uang yang dibutuhkan untuk kehidupannya sehari – hari. Menurut anaknya hal seperti ini sangatlah memalukan baginya.

Pada suatu hari di sekolah. Si anak ingat saat itu hari ketika ibunya datang. Si anak sangat malu dan bertanya – tanya kepada dirinya sendiri “Mengapa dia melakukan hal ini kepadaku?” si anak melemparkan muka dengan rasa benci dan berlari. Keesokan harinya di sekolah.. “Ibumu hanya memiliki satu mata?” dan teman – temannya semua mengejek si anak tersebut.

Si Anak berharap ibunya hilang dari dunia ini maka si anak berkata kepada ibunya, ”Ibu, kenapa kamu tidak memiliki mata lainnya? Ibu hanya akan menjadi bahan tertawaan. Kenapa Ibu tidak mati saja?” Ibunya kaget terdiam tidak menjawab. Si anak merasa sedikit tidak enak, tetapi pada waktu yang sama, rasanya sangat baik bahwa dia telah mengatakan apa yang telah ingin dia sampaikan selama ini dari dalam hatinya.

Si anak terus bertanya tanya kok ada rasa yang tidak enak yah setelah mengatakan seperti itu ke ibunya sendiri, “Mungkinkah karena ibu tidak menghukumku”  kata si anak, tetapi si anak tidak berpikir bahwa dia telah sangat melukai perasaan ibunya sendiri.

Malam harinya, Si anak terbangun dan pergi ke dapur untuk mengambil segelas air. Ibunya menangis disana, dengan pelan, seakan dia takut bahwa dia akan membangunkan anaknya. Lalu si anak melihatnya dan pergi kekamarnya diam – diam. Karena perkataan sebelumnya kepada ibunya, si anak merasa ada sesuatu yang mencubit hatinya.

Meskipun begitu, Si anak tetap membenci ibunya yang menangis dari satu matanya. Jadi, si anak kembali bertanya kepada dirinya sendiri “jika aku akan tumbuh dewasa dan menjadi sukses, karena aku membenci ibu bermata-satu dan kemiskinan kami.”

Lalu si anak belajar dengan keras. Anak itu kemudian meninggalkan ibunya dan pergi ke Seoul untuk belajar, dan diterima di Universitas Seoul dengan segala kepercayaan diri. Lalu, anak tersebut menikah dan membeli rumah sendiri. Lalu anak yang tadi memiliki anak-anak juga. Sekarang, Si anak tersebut merasa hidup bahagia sebagai seorang pria yang sukses. Dia sangat suka tinggal dirumah baruya karena ini adalah tempat yang tidak meningatkan dia kepada ibunya.

Kebahagiaannya semakin besar, ketika seseorang tidak terduga menjumpainya “Apa?! Siapa ini?”… Dia adalah ibunya.. tetapi dengan satu matanya. Si anak langsung merasa seperti seluruh langit sedang jatuh ke dalam dirinya. Anaknya yang perempuan lari kabur, takut akan mata ibu yang cuman satu.

Kemudian sianak bertanya kepada ibu tersebut, “Siapa kamu? aku tidak mengenalmu!!” si anak yang bersandiwara.Lalu berteriak kepadanya “Mengapa engkau berani datang ke rumah dan menakuti anakku! Pergi dari sini sekarang juga!”

Dan ibu tersebut dengan pelan menjawab, “Oh, maafkan, aku pasti salah alamat,” dan dia langsung menghilang. Terima kasih Tuhan.. Ia tidak mengenaliku. Rasanya cukup lega. Aku mengatakan kepada diri sendiri bahwa aku tidak akan peduli, atau berpikir tentang ini sepanjang sisa hidup. Ungkap si anak tersebut.

Lalu ada perasaan lega datang kepadanya.. Suatu hari, sebuah surat yang berisi tentang reuni sekolah datang ke rumah. Aku berbohong kepada istri dengan mengatakan bahwa aku akan pergi perjalanan bisnis. Setelah reuni ini, si anak pergi ke rumah lama, karena rasa penasaran saja, si anak kemudian menemukan ibunya terjatuh di tanah yang dingin ternyata ibunya telah meninggal. Tetapi si anak tidak meneteskan satu air mata sekalipun. Ibu yang terbaring dengan sepotong kertas di tangannya.. dan itu adalah surat terakhir untuk si anak tersebut yang adalah anaknya sendiri.

=================================================

Anakku, Aku pikir hidupku sudah cukup lama saat ini. Dan.. aku tidak akan mengunjungi Seoul lagi.. tetapi apakah itu terlau banyak jika aku ingin kamu untuk datang menunjungiku sekali-kali nak? aku sangat merindukanmu. Dan aku sangat lega ketika mendengar kamu akan datang ke acara reuni ini.

Tetapi aku memutuskan untuk tidak datang ke sekolah.. Untuk Kamu.. aku meminta maaf jika aku hanya memiliki satu mata dan aku hanya membawa kemaluan bagi dirimu.

Kamu tahu, ketika kamu masih sangat kecil, kamu mengalami sebuah kecelakaan, dan kehilangan satu matamu. Sebagai seorang ibu, aku tidak tahan melihatmu harus tumbuh dengan hanya satu mata.. maka aku memberikanmu mataku. Aku sangat bangga kepadamu nak, yang melihat dunia yang baru untukku, menggantikanku, dengan mata itu.

Aku tidak pernah marah kepadamu atas apapun yang kamu lakukan. Beberapa kali ketika kamu marah kepada aku. aku berpikir sendiri,”Ini karena kamu mencintai aku.” Aku rindu waktu ketika kamu masih sangat kecil dan berada di sekitarku.

Aku sangat merindukanmu. Aku mencintaimu. Kamu adalah duniaku.

Sekarang coba bayangkan jika si anak itu adalah diri kita sendiri, apa yang ada dalam perasaanmu setelah membaca surat itu dan mengetahui semuanya apa yang terjadi ?
Maka renungilah bahwa kita semua ini terlahir dengan seorang ibu, setiap orang pastilah memiliki seorang ibu, sebelum penyesalan itu datang maka pergunakanlah waktumu untuk bisa bersama ibu kita,jagalah dia, sayangi dia dan doakan dia.
Semoga kelak kita akan bersama dengan ibu di surga. amin

 

Penulis : PenaMerah

Facebook Comments