MyInspirasi –  Pemuda asal NTB, Lalu Muhammad Zohri meraih medali emas pada nomor lari 100 meter dengan catatan waktu 10,18 detik. Pemuda 18 tahun mengungguli dua sprinter Amerika Serikat, Anthony Schwartz dan Eric Harrison.

Atlet berusia 18 tahun itu berasal dari keluarga tak mampu. Selain hanya bisa berlatih telanjang kaki di atas pasir pantai, Zohri juga tinggal di rumah yang mestinya diikutkan dalam program bedah rumah.

Lalu Muhammad Zohri dan keluarganya tinggal di sebuah rumah renta di kampung halamannya, Dusun Karang Pangsor, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat.

“Iya, sampai sekarang kondisi rumah masih sama,” kata kakak Lalu, Fazilah ketika dihubungi Antara di Jakarta, Kamis (12/7/2018).

Fazilah mengatakan rumah yang berlokasi di Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara itu selalu dipakai Lalu ketika kembail ke kampung halamannya.

“Kami sudah pernah mengajukan bantuan ke Kepala Desa dulu. Tapi, nama kami tidak pernah keluar,” kata Fazilah tentang kondisi rumah peninggalan kedua orang tuanya itu.

 

Meskipun masih menempati rumah itu, anak bungsu dari empat bersaudara itu sesekali juga tinggal bersama saudaranya yang lain.

Putra pasangan almarhum Lalu Ahmad Yani dan almarhumah Saeriah itu bercita-cita memperbaiki rumah di kampung halamannya jika telah mencapai kesukesan.

“Belum. Dia akan memperbaiki rumah orangtua setelah benar-benar sukses,” kata Fazilah yang menambahkan karakter atlet berusia 18 tahun itu sebagai sosok pendiam.

Lalu, menurut Fazilah, berencana membeli tanah di luar kampungnya di Dusun Karang Pangsor jika sudah mampu.

“Kami tidak pernah mengetahui masalah pribadi Lalu. Dia tidak ingin menyusahkan kakak-kakaknya atau keluarganya yang lain. Dia akan berusaha sendiri selama dia mampu,” ujar kakak sulung itu.

Sebelum meninggal, ayah Lalu Muhammad Zohri pernah mendoakan agar putranya selalu sukses mencapai cita-cita.

Lalu Muhammad Zohri meraih gelar juara dunia lari 100 meter putra U-20 yang berlangsung di Tampere, Finlandia, Rabu malam (11/7) waktu setempat.

Atlet asal Lombok, Nusa Tenggara Barat itu, dalam keterangan tertulis Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) berhasil melewati garis finis dengan catatan waktu 10,18 detik.

Lalu mengalahkan dua atlet Amerika Serikat Anthony Schwartz dan Eric Harrison yang menempati peringkat dua dan tiga dengan catatan waktu masing-masing 10,22 detik.

Catatan waktu Lalu 10,18 detik itu sekaligus memecahkan rekor nasional junior atas namanya sendiri 10,25 detik. Rekor waktu 10,18 detik itu juga mendekati rekor nasional senior atas nama Suryo Agung Wibowo 10,17 detik.

Pencapaiannya pria kelahiran 1 Juli 2000 itu merupakan sejarah baru dalam cabang olahraga atletik Indonesia. Sebelumnya, Indonesia mencatatkan prestasi terbaik di nomor lari 100 meter pada kejuaraan yang sama di tahun 1986 dengan mencapai finish ke-8 di babak penyisihan.

Zohri sendiri kini sedang fokus untuk mempersiapkan diri menghadapi ajang Asian Games 2018 yang berlangsung kurang dari satu bulan lagi.

 

 

Sumber : Antara
Editor : PenaMerah

Facebook Comments