MyInspirasi – Today i wanna  talk with you for scenario can have of character many people.
Ketika kita berbicara mengenai skenario maka ada beberapa komponennya sebut saja, produser atau seseorang yang membuat settingan,drama dan konsepnya,ada juga beberapa produser pendukung yang membantu produser menjalankan tugasnya serta aktris aktor pemainnya yang menjalankan drama skenario tersebut. Peran media sangat membantu untuk mendukung suksenya skenario yang dibuat, nah terus hal seperti inilah yang terkadang meembuat pola pikir manusia diskenariokan. Bagaimana tidak , setiap hari selalu saja ada figur figur baru yang dipertontonkan untuk menanamkan pola pikir yang merujuk pada satu tujuan yaitu budaya konsumtif.

Bintang iklan yang hampir sama gambaran fisiknya. Banyak diantara mereka memiliki paras cantik dengan kulit putih mulus, rambut hitam dan tebal, berbadan langsing semampai, hidung mancung dan masih banyak lagi. Kemudian sang pembuat iklan mengakhiri tampilan itu dengan menawarkan produk ini dan itu, jasa ini dan jasa itu, hanya demi membuat penonton tergiur untuk membeli semua bbarang dan jasa yang ditawarkan.
Perlahan tapi pasti definisi keren dibuat oleh mereka dan masyarakat awam dengan mudah mempercayainya. Hingga kemudian yang berkulit coklat bahkan hitam, tubuh gemuk dan kurus, rambut ikal bergelombang menjadi minder karena merasa tidak keren di mata public secara umum.

Disebutkan beberapa penjelasan diatas itu baru berupa fisik yang menempel di tubuh manusia, yang sebenarnya menjadi ketetapan dan mungkin tak bbisa diubah – ubah (kecuali jika memang terpaksa atau dipaksakan). Lain lagi cerita jika nilai nilai promosi yang kian digencarkan adalah benda – benda fungsional yang kian hari makin beralih fungsi menjadi benda bernilai klasifikasi kasta. Benda – benda itu seperti laptop, gadget, jam tangan, sepeda motor, mobil, pakaian, rumah dan benda – benda lainnya. Benda –bbenda tersebut sekarang menjadi tujuan orang bekerja keeras, simplenya adalah mereka bekerja di zaman sekarang bukan lagi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya melainkan gaya hidupnya, mereka kini berlomba untuk mempercantik diri, berlomba menjadi ”keren”.

Mereka yang mampu dan berkecukupan mungkin hal itu tidak menjadi masalah besar, namun perkaranya bagaimana jika masyarakat yang memiliki perekonomian menengah kebawah ? Semakin sering kita dipertontonkan oleh iklan iklan tersebut maka semakin besar pula cobaan kita untuk menahan hawa nafsu, seiring bberjalannya waktu manusia akan memaksakan diri untuk fokus memiliki gaya hidup yang keren,bagaimana pun caranya akan ditempuhnya.

Zaman Milenial ini, banyak orang mengatakan jika ingin sukses atau jika ingin melakukan sesuatu maka kita harus percaya diri dulu, nah percaya diri ini yang sekarang kita memahaminya dengan kata gaya hidup yang keren. Bukankah ini sudah ada pergeseran makna dari kepercayaan diri. Entah siapa yang mengkonsep ini semua dalam skenarionya, namun kita semua tahu sang konseptor sejati dan terbaik hanyalah dia Tuhan Yang Maha Esa, kita semua tahu dan paham Tuhan memberikan konsep jalan kepada kita untuk selamat didunia dan diakhirat, maka selain yang diajarkan oleh Tuhan janganlah pernah mencobanya karena akan menjauhkan kita kepada sang pemilik alam semesta.

 

Penulis : PenaMerah

Facebook Comments