MyInspirasi – Soekarno dengan ucapannya yang lantang menyampaikan “berikan aku sepuluh pemuda maka akan kutaklukan dunia“ Masih teringat jelas pesan beliau kepada masyarakatnya pada saat itu namun hal ini dijadikan warisan kepada generasi bahwa pemuda memang sangatlah penting dalam membangun negara, pemuda juga mempunyai sejarah penting dalam peristiwa kemerdekaan negeri ini. Terus jika kita melihat di masa sekarang seperti apa peran pemuda untuk negeri ini ? bagaimana kehidupan nyata pemuda sekarang dalam mengisi kemerdekaan negeri ini.

Jika dahulu kita sering melihat pemuda berada di sawah, kebun atau bahkan di alun alun lapangan tempat berkumpulnya mereka, Namun sekarang di Zaman Milenial masih kah kita melihat pemuda di sawah, kebun atau bahkan di alun – alun ? Zaman sekarang memang memiliki pergeseran hidup yang cukup jauh. Kini Pemuda lebih mudah ditemukan di Media Sosial bahkan banyak pemuda menghabiskan waktunya seharian dengan gadgetnya. Bahkan mungkin 98 persen Pemuda Indonesia memiliki account media sosial di internet seperti Instagram, Path, Facebook,Twitter bahkan yang akhir akhir ini terkenal adalah aplikasi Tik-Tok. Perkembangan Teknologi memang sangatlah cepat , adirnya teknologi canggih ini didasari agar bisa membantu pekerjaan manusia sehari – hari bahkan karena kecanggihan teknologi di zaman sekarang membuat pemuda banyak meluangkan waktunya di internet. Lalu apa saja yang dilakukan pemuda di Internet itu, Pemuda Indonesia mayoritas mempunyai account media sosial nah perlu kita ketahui bersama tujuan media sosial yang awalnya adalah untuk membantu manusia bisa berkomunikasi dengan jarak jauh, seperti yang kita lihat sekarang beberapa pemuda itu menjadikan media sosial  ajang pamer – pameran foto, membuat status yang aneh – aneh, ada yang hobynya mengeluh dengan kehidupan, ketergantungan update status di media sosial, bahkan ketika ada berita nasional yang diposting maka berkumpulah pemuda itu di forum tersebut, kalian tahu apa yang mereka lakukan ? mereka saling ejek – ejekan, ada yang saling mencaci maki bahkan yang dahsyatnya ucapan kotor suda dianggap biasa di media sosial tersebut. Keadaan seperti ini sangatlah memprihatinkan kita, jika hal seperti ini berlanjut maka karakter pemuda Indonesia yang terkenal beretika akan susah kita temukan dikemudian hari. Mental kepemimpinan generasi pemuda pun akan dipertanyakan, bagaimana tidak jika latihannya dimedia sosial sering mencaci maki, kurangnya nilai persatuan sesama pemuda akan menyebabkan beberapa ketimpangan di negeri kita.

Dengan melihat keadaan seperti ini, maka bagaimanakah pemuda seharusnya ?
Apakah Pemuda perlu melakukan aksi penolakan terhadap media sosial tersebut ?

Menurut Narasumber yang sering disapa Karmullah, “pemuda tidak perlu melakukan aksi penolakan media sosial, toh selain beberapa poin negatif yang disampaikan diatas, banyak juga arah positif dari Media Sosial dan Internet di Zaman Milenial ini, Pemuda itu hanya perlu menjawab tantangan zaman, lebih baik berkarya dengan bantuan internet ketimbang membuat keluhan distatus, “tegas Karmullah (pemuda yang bisa memanfaatkan internet sebagai mediasi untuk membantu bisnisnya)” selain itu beliau menambahkan, masih banyak yang bisa pemuda lakukan dengan internet, mereka bisa membuat pasar E-Commerce, dengan bantuan account media sosial bahkan sudah ada beberapa pemuda Indonesia bisa membuat start up. Merekalah pemuda yang diharapkan oleh bangsa Indonesia dizaman milenial. Pemuda harus berkarya dan katakan STOP untuk saling mengeluh di media sosial atau bahkan mencaci maki. Kita ini kan satu negara, maka haruslah kita menjaga persatuan ini terkhusus para Pemuda sebagai pemimpin Generasi Bangsa. Mari kita bekalkan diri masing – masing dengan menjaga nilai – nilai budaya di zaman modernisasi dan sekali lagi Pemuda Harus Berkarya.

 

Penulis  : Pena Merah
Narasumber : Karmullah

Facebook Comments