Tak dapat dimungkiri, sebagian alasan seseorang bekerja adalah untuk mendapatkan uang. Namun, jika seseorang mampu menanamkan konsep kerja sebagai suatu ibadah maka dia akan dapat lebih menghargai dan mensyukuri pekerjaannya.

Memaksimalkan manfaat dari bekerja, juga dapat diawali dengan niat. Ustaz Ilyas Ismail dalam kaji an di Yayasan Baitul Muttaqin, Be kasi, Jawa Barat, belum lama ini, menjelaskan,  mengatakan, dalam hadis arbain yang di su sun Imam Nawawi, hadis me ngenai keutamaan niat ditempat kan sebagai hadis pembuka atau fon dasi keabsahannya suatu iba dah.

Hadis tersebut, kata Ustaz Ilyas, juga mengandung bebe apa makna, yaitu penentu lahir nya se mangat kerja dan memaksimalkan kualitas dari pekerjaan tersebut. “Setiap pekerjaan sebaiknya didasarkan dengan niat yang baik dan positif agar motivasi bekerja juga dapat lebih positif. Sebaik apa pun pekerjaan, jika tidak di dasari dengan niat yang baik ma ka kebaikan dari pekerjaan itu ti dak akan maksimal,” kata dia.

Menurut dia, setiap orang me miliki empat motivasi kerja, yaitu untuk mencari uang dan keka yaan, memperluas pergaulan (re kan dan relasi), menambah ilmu dan pengalaman, dan memberi man faat baik orang lain. Se dang kan empat faktor yang menjadi motivasi seseorang dalam be kerja, adalah uang (gaji yang be sar), koneksi sosial yang luas, pe ngembangan potensi diri, dan men ciptakan sejarah atau ber man faat bagi orang lain.

“Menurut saya, motivasi kerja yang terbaik adalah agar dapat bermanfaat bagi orang lain, kare na pada dasarnya setiap pekerjaan adalah melayani orang lain. Maka setiap pekerjaan dapat di pandang mulia dan menimbulkan rasa bangga karena telah berjasa untuk orang lain,” katanya.

Selanjutnya adalah kualitas ker ja. Menurut Ustaz Ilyas, ber buat baik dan bahkan melebihi eks pektasi pencapaian kerja me rupakan definisi nyata dari kon sep ihsan. Konsep Ihsan, lanjut dia, dianggap lebih tinggi dari kon sep profesionalisme kerja ka re na se orang yang menerapkan kon sep ihsan mampu melakukan lebih dari kewajibannya tanpa meng harapkan imbalan lebih.

“Me nurut saya, jika ihsan ini da pat ditanam kan oleh seluruh pe kerja maka kebiasaan hitung-hi tungan, mogok kerja, atau demo akan sangat ja rang terjadi,” kata dia.

Dalam etos kerja, penanaman karakter adalah poin terakhir yang cukup sulit dilakukan. Da lam be kerja, karakter untuk me nyalur kan ilmu yang dimiliki secara maksimal, berani mengata kan benar jika benar atau salah jika salah, bersikap adil, serta ikh las perlu dibiasakan dan di tanamkan sebagai sebuah karakter. Dia menjelaskan, karakter inilah yang akan membawa seseorang menapaki tangga kesuksesan yang sesungguhnya.

Sumber: republika

Facebook Comments